Sebagai warga negara yang baik tentunya kita akan kembali menyukseskan putaran kedua pilkada ini dengan ikut mencoblos. Namun demikian, kita diharapkan dapat menentukan pilihan secara cermat dengan tidak hanya mendasarkan pada kepopuleran tokoh semata ataupun kata2 manis yang diucapkan dalam kampanye yang dilakukan oleh kedua pasangan tersebut.Kita harus pula mencermati visi, misi, profil dan pengalaman yang akan lebih menentukan kinerja mereka di kemudian hari jika terpilih sebagai pemimpin di Jawa Timur ini. Dengan berpegang pada hal2 tersebut, diharapkan kita dapat memilih calon pemimpin yang benar2 dapat mengerti kebutuhan rakyat dan mampu membangun Jawa Timur menjadi wilayah yang lebih maju dan sejahtera.
Di bawah ini aku tuliskan profil kedua pasangan, KarSa dan KaJi sebagai bahan pertimbangan untuk mencoblos di Pilgub 4 November nanti:
KarSa
DR. H. SOEKARWO, SH, M.Hum
Lahir:Madiun, 16 Juni 1950
Alamat dan Tempat Tinggal: Kertajaya Indah Timur VI/21 Blok S-211 Surabaya
Jenis Kelamin: Laki-laki
Agama:Islam
Status Perkawinan: Kawin
Nama Istri : Dra. Hj. Nina Kirana, M. Si
Jumlah Anak : 3 (tiga) orang
Kekayaan:
April 2006 Rp 3.372.969.798
Mei 2008 Rp 9.200.752.202
Latar Belakang Karir:
1983-1994 Kepala Cabang Dinas Pendapatan Surabaya Selatan
1994-1997 Kepala Subdinas Perbankan, Dinas Pendapatan Surabaya
1997 Kepala Dinas Pendapatan Daerah Tingkat I Jatim Pusat
2001 Kepala Dinas Pendapatan Daerah Jatim
2003-2008 Sekda Provinsi Jatim
18 Oktober 2005-sekarang, Komisaris Utama Bank Jatim
Latar Belakang Pendidikan:
SR Negeri Palur Madiun, Lulus Tahun 1962
SMPN2 Ponorogo, Lulus Tahun 1965
SMAK Sosial Madiun, Lulus Tahun 1969
S-1 Hukum Unair Surabaya,Lulus Tahun 1979
S-2 Hukum Ubaya Surabaya,Lulus Tahun 1996
S-3 Hukum Undip Semarang,Lulus Tahun 2004
Drs.H.Saifullah Yusuf (Gus Ipul)
Lahir:Pasuruan, 28 Agustus 1964
Alamat dan Tempat Tinggal : Jalan Warung Silah RT/RW 002/05 No.31 Ciganjur Jagakarsa Jakarta Selatan
Jenis Kelamin: Laki-laki
Agama:Islam
Status Perkawinan: Nikah
Nama Istri: Ummu Fatma
Jumlah Anak: 4 (empat) orang
Kekayaan :
30 April 2007 Rp 5.376.497.000
April 2008 Rp 6.884.676.702
Latar Belakang Karir:
1990-1994 Wartawan Tabloit Detik
1996-1997 Wartawan Tabloid Target
1997-1998 Koordinator Liputan Tabloit Simponi
1997 Direktur CV Fatma Press
1998 Pemimpin Redaksi Harian Masyarakat Baru
1999-2002 Anggota DPR dari PDI Perjuangan
2002-2004 Anggota DPR dari PKB
2004-2007 Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kabinet Indonesia Bersatu
Latar Belakang Pendidikan
MI Mambaul Ma’ arif Denanyar Jombang Lulus Tahun 1990
SMP Islam Porwosari Pasuruan Lulus Tahun 1981
SMPP Negeri Pasuruan Lulus Tahun 1985
Universitas Nasional Jakarta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Lulus Tahun 2003
KaJi
HJ. KHOFIFAH INDAR PARAWANSA
Nama :Khofifah Indar Parawansa
Tempat dan Tanggal Lahir:Surabaya, 19 Mei 1965
Alamat dan Tempat Tinggal:Jalan Jemur Wonosari Gg. Lebar 64 RT/RW 007/005 Jemur Wonosari Kec. Wonocolo,Surabaya
Jenis Kelamin:Perempuan
Agama:Islam
Status Perkawinan:Menikah
Nama Suami:Indar Parawansa
Jumlah Anak:4 (empat) orang
Pekerjaan:Anggota DPR RI
RIWAYAT PENDIDIKAN
- SD: Taquma, 1972-1978
- SMP: Khodijah Surabaya, 1978-1981
- SMA: Khodijah Surabaya, 1981-1984
- S-1: Univ. Airlangga, Surabaya, 1984- 1991
- STID Taruna Surabaya, 1984-1989
- S-2 Fisip UI-Jakarta, 1993-1997
PENGALAMAN ORGANISASI
- Divisi Pendidikan dan Pelatihan DPC PPP Surabaya, 1987-1992
- Ketua Cabang PMII Surabaya, 1987-1988
- Ketua Cabng IIPNU Surabaya, 1987-1989
- Ketua PP IPPNU, 1990
- Biro Lingkungan Hidup KNPI Jawa Timur, 1992
- Wakil Sekretaris Gerakan Muda Persatuan, 1990-1995
- Ketua PB PMII, 1995-1997
- Kabid. Ekonomi Koperasi PP Muslimat NU, 1995-2000
- Ketua DPP PKB, 1998-2000
- Ketua LPP DPP PKB, 1998-2001
- Ketua GEMA-PKMI (Gerakan Masyarakat Pengembangan Keuangan Mikro Indonesia)
- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU, 2000-2006
- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU periode kedua, 2006-2011
PENGALAMAN PEKERJAAN
- Pimpinan FPP DPR-RI, 1992-1997
- Pimpinan Komisi VIII DPR-RI, 1995-1997
- Anggota Komisi II DPR-RI, 1997-1998
- Wakil Ketua DPR-RI, 1999
- Sekretaris FKB MPR RI, 1999
- Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan/Kepala BKKBN, 1999-2001
- Ketua Komisi VI DPR RI, 2004-2005
- Ketua FKB MPR RI, 2004-2006
- Wakil Ketua Tim Sosialisasi UUD 1945/Tap MPR RI, 2004-2006
- Anggota Komisi VII DPR RI,2006-sekarang
BRIGJEN TNI (PUR) MUDJIONO
Nama:Mudjiono
Tempat dan Tanggal Lahir:Yogyakarta, 10 April 1951
Alamat dan Tempat Tinggal:Jalan Darmo Permai Timur IV No. 27-29 Surabaya
Jenis Kelamin:Laki-laki
Agama:Islam
Status Perkawinan:Menikah
Nama Istri:Sirojun Nuroniyah
Jumlah Anak: 2(dua) orang
Pekerjaan:Purnawirawan TNI AD
RIWAYAT PENDIDIKAN
Pendidikan Umum
- SR Bantul Yogyakarta, 1959-1964
- MP Nasional Bantul Yogyakarta, 1964-1967
- SMA Bobkri Bantul Yogyakarta, 1967-1970
Pendidikan Militer Umum/Spesialisasi
- AKABRI, 1972-1975
- Kursus Dasar Kecabangan Infantri, 1976
- Kursus Dasar Para, 1976
- Kursus Kejuruan Jasmani Militer, 1980
- Pendidikan Lanjutan Perwira II Tempur, 1988
- Kursus Komando Batalyon, 1991
- Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat, 1993
- Sekolah Staf Dan Komando ABRI, 1997
PENGALAMAN ORGANISASI
- Ketua Pengda PSSI Lampung Tahun 1999-2002
- Ketua Pengda INKAI Tahun 1999-2002
- Ketua Pengda Perbakin Jawa Timur 2005-2008
PENGALAMAN PEKERJAAN
- Dan Ton III Ki B Yonif 733 Kodam XV/Patimura, 1976-1977
- Dan Ton II Ki B Yonif 733 Kodam XV/Patimura, 1977-1979
- Dan Ton Morse Ki Ban Yonif 733 Kodam XV/Patimura, 1979-1983
- Dan Ki A Yonif 733 Kodam XV/Patimura, 1983-1985
- Dan Ki Ban Yonif 733 Kodam VIII/Trikora, 1985-1986
- Kasi Ops Yonif 733 Kodam VIII/Trikora, 1986-1987
- Dan Kotakta B Yon Madya Mentar AKMIL, 1988
- Dan Kotakta E Yon Chandra AKMIL, 1988
- Wadanyon Siswa Mentarsis AKMIL, 1988-1990
- Dan Dodikjur Rindam IV/Diponegoro, 1992
- Paban Madya Ops Sopsdam IX/Udayana, 1993
- Dan Yonif 745 Korem 164/WD Kodam IX/Udayana, 1993-1994
- Dandim 1637 Korem 164/WD Kodam IX/Udayana, 1994-1995
- Waas Ops Kasdam IX/Udayana, 1995-1996
- Asisten Teritorial Divisi I Kostrad, 1997-1998
- Wadanrem 164/WD Kodam IX/Udayana, 1998-1999
- Danrem 043/Gatam Kodam II/Sriwijaya, 1999-2002
- Paban I/ Ren Sopsad, Mabesad, 2002-2005
- Pati Ahli KASAD Bidang Hukum dan Humaniter, Mabesad, 2005
- Kasdam V/ Brawijaya, 2005-2008
LAIN-LAIN
- Satyalencana Seroja, 1978
- Satyalencana GOM IX/Raksaka Daharma, 1986
- Satyalencana Dwidya Sistha, 1992
- Satyalencana Kestiaan 24, 2000
- Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, 2001
Sukarwo adalah seorang sosok yang sudah berpengalaman dalam hal pemerintahan karena perjalanan karirnya di beberapa Dinas hingga mencapai posisi Sekda Provinsi Jatim. Sedangkan Saifullah dinilai sebagai generasi muda yang mempunyai banyak pengalaman serta pernah menjadi Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal.Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa dikenal memiliki background NU yang kuat. Kiprahnya sebagai Ketua Umum Muslimat NU selama dua periode merupakan buktinya. Kedekatan Khofifah sudah mengakar di kalangan pesantren, baik dukungan dari santri maupun kiai. Pengalaman organisasi dan hubungan internasional juga komplet. Sedangkan darah militer Mudjiono sangat kental, dengan jabatan terakhir sebagai Kasdam V Brawijaya. Kehadiran Khofifah Indar Parawansa sebagai satu-satunya perempuan calon gubernur Jatim merupakan nilai lebih yang mungkin akan menyedot suara dari para pemilih perempuan.
Nah, dengan gambaran seperti di atas, siapakah yang menjadi pilihanmu?




Mohon maaf di gambar ayamnya cuma 3 potong coz sudah dibuat lauk sarapan, dan gak ada cabenya krn tadi kelupaan gak dimasukkan.
Ide ini muncul karena saya seringkali diajak bepergian ke berbagai daerah oleh suami,

Satu porsi bebek

Madura tetapi disajikan dalam potongan yang kecil2 menyerupai lalat. Tiap tusuknya terdapat 2 potong daging ayam berukuran kecil. Dalam setiap porsi penyajian kita akan mendapatkan sepiring sate lalat dengan bumbu kacang yang kira2 berjumlah 30 tusuk sate dan sepiring lontong. Selain bentuknya yang tidak kita temui di tempat lain, cara makannya pun sangat unik. Kita sama sekali tidak disediakan sendok sehingga untuk memakan lontongnya kita harus menusuknya dengan tusuk sate yang satenya sudah kita makan lebih dahulu.Harganya pun cukup terjangkau, karena untuk seporsi sate lalat kita hanya mengeluarkan uang sebesar Rp. 6000,- atau Rp.7000,- jika ditambah lontong.
karena super kenyangg.Dan saya sarankan agar tiap kali makan masakan ini kita tak lupa untuk memberi perasan air jeruk nipis dan sedikit kecap, selain membuat citarasanya menjadi lebih segar juga sedikit menetralisir kadar kolesterolnya. Akan lebih baik lagi jika kita memesan minuman jeruk sebagai pendampingnya.Untuk setiap porsinya dihargai sekitar Rp.20ribuan.